Tuesday, April 21, 2015

Foto Senjata Bedil dan Senapan Mesin Jerman Hasil Rampasan


Para tawanan Jerman dikawal oleh prajurit Prancis yang mengenakan seragam Amerika dan bersenjatakan senapan mesin StG-44 hasil rampasan saat keluar dari gedung tempat mereka menyerahkan diri di Colmar, Prancis, tanggal 2 Februari 1945 


Sumber :
www.63rdinfdiv.com

Sunday, April 19, 2015

Oberst Günther Freiherr von Maltzahn (1910-1953), Jagoan Udara Luftwaffe



 Album foto Günther Freiherr von Maltzahn bisa dilihat DISINI

 Oleh : Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Günther Freiherr von Maltzahn
Panggilan/julukan: Henri
Lahir: 20 Oktober 1910 di Wodarg, Mecklenburg-Vorpommern (Jerman)
Meninggal: 24 Juni 1953 di Düsseldorf, Nordrhein-Westfalen (Jerman)
Nomor keanggotaan NSDAP: Tidak ada
Nomor keanggotaan SS: Tidak ada
Gelar akademis: Tidak ada
Anggota keluarga: Tidak diketahui
Ciri fisik: Tidak diketahui

Beförderungen (Promosi):
00.00.1934 Leutnant
24.10.1940 Major
01.06.1943 Oberst

Karriere (Karir):
01.04.1930 - 31.03.1931 Pendidikan militer dasar bersama DVS
00.00.1931 Prajurit di Reiter-Regiment 6
01.01.1935 - 12.03.1936 Ditransfer dari Heer ke Luftwaffe dan dikirim ke FFS (Fliegerführer-Schule) Würzburg sebagai perwira pelatih
12.03.1936 - 01.07.1937 Adjutant III./JG 134 di Lippstadt
01.07.1937 - 01.11.1938 Staffelkapitän 6./JG 334 di Fliegergruppe Lippstadt
01.11.1938 - 30.04.1939 Staffelkapitän 6./JG 133
01.05.1939 - 18.08.1939 Staffelkapitän 6./JG 53
19.08.1939 - 09.10.1940 Gruppenkommandeur II./JG 53
09.10.1940 - 04.10.1943 Geschwaderkommodore JG 53
25.03.1943 - 31.05.1943 Di saat bersamaan, Geschwaderkommodore JG 77
04.10.1943 - 00.12.1943 Stab des Luftwaffenbefehlshaber Mitte
00.12.1943 - 29.08.1944 Jagdfliegerführer Oberitalien
29.08.1944 - 15.02.1945 Stab / General der Jagdflieger 
15.02.1945 - 00.05.1945 Stab / 9.Flieger-Division

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):
00.00.193_ Flugzeugführerabzeichen
07.10.1939 Eisernes Kreuz II.Klasse
10.05.1940 Eisernes Kreuz I.Klasse
18.11.1940 Disebutkan namanya dalam Wehrmachtbericht: "Ein Jagdgeschwader unter der Führung des Majors von Maltzahn errang am 15. November seinen 501. Luftsieg" (Sebuah Wing pemburu di bawah kepemimpinan Mayor von Maltzahn meraih kemenangan udara ke-501 tanggal 15 November)
30.12.1940 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #174, sebagai Major dan Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 53 (JG 53), setelah meraih 13 kemenangan udara serta untuk penghargaan terhadap kerja kerasnya dalam membangun dan memimpin unitnya
24.07.1941 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #29, sebagai Major dan Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 53 (JG 53), setelah meraih 42 kemenangan udara
23.03.1942 Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg
23.12.1942 Deutsches Kreuz in Gold #1/140

Aufzeichnungen (Catatan):
 * Setelah Perang Dunia II usai, Günther Freiherr von Maltzahn bekerja di bidang agrikultur dan kemudian di "Amt Blank" (yang merupakan cikal-bakal dari Kementerian Pertahanan Jerman Barat), bagian rekonstruksi Angkatan Udara. Dia merupakan kandidat kuat posisi Inspekteur der Bundesluftwaffe, tapi maut keburu menjemputnya di usia 42 tahun pada tanggal 24 Juni 1953 akibat dari Hodgkin lymphoma. Untuk menghormatinya, sebuah jalan di Fürstenfeldbruck dinamai sebagai "Günther-von-Maltzahn-Straße".
* Selama karir militernya sebagai pilot pemburu Luftwaffe, Günther Freiherr von Maltzahn tercatat memperoleh 68 kemenangan udara terkonfirmasi dari 497 misi tempur (33 diantaranya diraih di Front Timur). Dia bertempur di Front Barat (Prancis dan Inggris), Front Timur serta Mediterania (Afrika Utara dan Italia).



Sumber :
Buku "Luftwaffe Officer Career Summaries" karya Henry L. deZeng IV dan Douglas G. Stankey
www.cieldegloire.com

Foto Günther Freiherr von Maltzahn

Oberst Günther Freiherr von Maltzahn (20 Oktober 1910 - 24 Juni 1953) adalah jagoan udara Luftwaffe yang memperoleh 68 kemenangan udara terkonfirmasi dari 497 misi tempur (33 diantaranya diraih di Front Timur). Dia bertempur di Front Barat, Front Timur dan Mediterania. Setelah Perang Dunia II usai, Von Maltzahn bekerja di bidang agrikultur dan kemudian di "Amt Blank" (yang merupakan cikal-bakal dari Kementerian Pertahanan Jerman Barat), bagian rekonstruksi Angkatan Udara. Dia merupakan kandidat kuat posisi Inspekteur der Bundesluftwaffe, tapi maut keburu menjemputnya di usia 42 tahun pada tanggal 24 Juni 1953 akibat dari Hodgkin lymphoma. Untuk menghormatinya, sebuah jalan di Fürstenfeldbruck dinamai sebagai "Günther-von-Maltzahn-Straße". Medali dan penghargaan yang diterimanya: Flugzeugführerabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse (7 Oktober 1939); Eisernes Kreuz I.Klasse (10 Mei 1940); Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (23 Maret 1942); Deutsches Kreuz in Gold #1/140 (23 Desember 1942); serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #174 (30 Desember 1940) mit Eichenlaub #29 (24 Juli 1941). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 18 November 1940. Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI


Pilot-pilot Luftwaffe merayakan kesuksesan besar pertama mereka di Front Barat bulan Maret 1940. Mereka berasal dari II.Gruppe / Jagdgeschwader 53 (JG 53) "Pik-As" yang mengklaim tujuh kemenangan udara dalam sebuah dog-fight singkat pada tanggal 31 Maret 1940. Di hari itu pesawat-pesawat pemburu dari JG 53 menyerang secara tiba-tiba formasi 11 pesawat MS.406 dari GC III./7 Prancis dari balik matahari sehingga membuat terkejut pilot-pilot musuh. Pertempuran yang terjadi kemudian hanya berlangsung beberapa detik saja, dan dalam sekejap lima atau enam pesawat Prancis ditembak jatuh, sementara dari pihak Jerman sendiri tidak menderita satu korban pun! Foto ini memajang tiga pemenang utama dalam dog-fight tersebut: di sebelah kiri adalah Hauptmann Günther Freiherr von Maltzahn (Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 53 "Pik-As") yang meraih satu kemenangan; berkacak pinggang di tengah sambil mengenakan jaket kulit berwarna gelap adalah Oberleutnant Heinz "Pietzsch" Bretnütz (Staffelkapitän 6.Staffel / II.Gruppe / Jagdgeschwader 53 "Pik-As") yang meraih dua kemenangan; dan di sebelah kanan kemungkinan adalah Feldwebel Werner Kauffmann (Flugzeugführer di 5.Staffel / II.Gruppe / Jagdgeschwader 53 "Pik-As') yang meraih satu kemenangan


Foto untuk kepentingan propaganda ini memperlihatkan pose formil dari para pilot Jagdgeschwader 53 (JG 53) "Pik-As" tak lama setelah Geschwaderkommodore Maltzahn datang bergabung ke lapangan udara untuk merayakan kemenangan udara ke-500 yang diraih oleh unit tersebut, 15 November 1940. Dari kiri ke kanan: Leutnant Ernst Klager (Flugzeugführer di 7.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 53), Oberleutnant Kurt Brändle (Staffelkapitän 5.Staffel / II.Gruppe / Jagdgeschwader 53), Hauptmann Wolf-Dietrich "Furst" Wilcke (Gruppenkommandeur III.Gruppe / Jagdgeschwader 53), Major Günther Freiherr "Henri" von Maltzahn (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 53), Hauptmann Heinz "Pietzsch" Bretnütz (Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 53), Oberfeldwebel Stefan Litjens (Flugzeugführer di 4.Staffel / II.Gruppe / Jagdgeschwader 53), Hauptmann Hans-Heinrich Brustellin (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Jagdgeschwader 53), Leutnant Erich "Schmidtchen" Schmidt (Flugzeugführer di 9.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 53), dan Oberleutnant Franz "Altvater" Götz (Staffelkapitän 9.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 53). Selain dari Brustellin, semua orang yang disebutkan namanya disini nantinya akan dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold (Klager), Ritterkreuz (Bretnütz, Litjens, Schmidt dan Götz), Eichenlaub (Von Maltzahn dan Brändle), atau Schwerter (Wilcke). Pesawat di belakang adalah Messerschmitt Bf 109 E-7 milik Geschwaderkommodore Von Maltzahn yang digunakan oleh Litjens, sang pencetak kemenangan ke-500


Para pilot dari Jagdgeschwader 53 (JG 53) "Pik-As" berkumpul bersama di lapangan udara yang menjadi pangkalan mereka untuk merayakan kemenangan udara ke-500 yang diraih oleh unit tersebut, 15 November 1940. Dari kiri ke kanan: Major Günther Freiherr "Henri" von Maltzahn (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 53), Hauptmann Heinz "Pietzsch" Bretnütz (Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 53), Leutnant Erich "Schmidtchen" Schmidt (Flugzeugführer di 9.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 53), dan Oberleutnant Franz "Altvater" Götz (Staffelkapitän 9.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 53)


Para pilot dari Jagdgeschwader 53 (JG 53) "Pik-As" berkumpul bersama di lapangan udara yang menjadi pangkalan mereka untuk merayakan kemenangan udara ke-500 yang diraih oleh unit tersebut, 15 November 1940. Dua ekor anjing peliharaan mereka ikut bergabung. Dari kiri ke kanan: Leutnant Ernst Klager (Flugzeugführer di 7.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 53), Oberleutnant Kurt Brändle (Staffelkapitän 5.Staffel / II.Gruppe / Jagdgeschwader 53), Hauptmann Wolf-Dietrich "Furst" Wilcke (Gruppenkommandeur III.Gruppe / Jagdgeschwader 53), Major Günther Freiherr "Henri" von Maltzahn (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 53), Hauptmann Heinz "Pietzsch" Bretnütz (Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 53), Oberfeldwebel Stefan Litjens (Flugzeugführer di 4.Staffel / II.Gruppe / Jagdgeschwader 53), Hauptmann Hans-Heinrich Brustellin (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Jagdgeschwader 53), Leutnant Erich "Schmidtchen" Schmidt (Flugzeugführer di 9.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 53), dan Oberleutnant Franz "Altvater" Götz (Staffelkapitän 9.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 53). Seperti yang disebutkan dalam teks propaganda pengantar foto, sampai dengan tanggal 15 November 1940 kesembilan pilot ini mengumpulkan akumulasi total 112 kemenangan udara dan telah terbang dalam 2.008 misi tempur. Pesawat di belakang adalah Messerschmitt Bf 109 E-7 milik Geschwaderkommodore Von Maltzahn yang digunakan oleh Litjens, sang pencetak kemenangan ke-500


Para pilot dari Jagdgeschwader 53 (JG 53) "Pik-As" berkumpul bersama di lapangan udara yang menjadi pangkalan mereka untuk merayakan kemenangan udara ke-500 yang diraih oleh unit tersebut, 15 November 1940. Dari kiri ke kanan: Major Günther Freiherr "Henri" von Maltzahn (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 53), tidak diketahui, Hauptmann Wolf-Dietrich "Furst" Wilcke (Gruppenkommandeur III.Gruppe / Jagdgeschwader 53), Oberleutnant Kurt Brändle (Staffelkapitän 5.Staffel / II.Gruppe / Jagdgeschwader 53), Leutnant Ernst Klager (Flugzeugführer di 7.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 53), Hauptmann Hans-Heinrich Brustellin (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Jagdgeschwader 53), Hauptmann Heinz "Pietzsch" Bretnütz (Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 53), Oberfeldwebel Stefan Litjens (Flugzeugführer di 4.Staffel / II.Gruppe / Jagdgeschwader 53), dan Oberleutnant Franz "Altvater" Götz (Staffelkapitän 9.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 53). Selain dari Brustellin, semua orang yang disebutkan namanya disini nantinya akan dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold (Klager), Ritterkreuz (Bretnütz, Litjens dan Götz), Eichenlaub (Von Maltzahn dan Brändle), atau Schwerter (Wilcke)



Salah satu dari komandan pemburu terbaik yang dimiliki oleh Luftwaffe: Günther Freiherr von Maltzahn, disini sebagai Major tak lama setelah menerima Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes sebagai penghargaan atas prestasi menakjubkan yang ditorehkan oleh Geschwader-nya dalam perang udara melawan pilot-pilot Inggris di tahun 1940. Medali tersebut diberikan pada tanggal 30 Desember 1940, berselang beberapa minggu setelah unitnya mengklaim kemenangan udara yang ke-500 dari sejak pecahnya Perang Dunia II. “Henri” – yang merupakan nama panggilan dari teman-temannya – dipercaya untuk memimpin Jagdgeschwader 53 (JG 53) “Pik-As” pada tanggal 10 Oktober 1940, dan pada saat dia dianugerahi Ritterkreuz dia baru membukukan 12 kemenangan (sementara standar jumlah kemenangan untuk pilot pemburu Luftwaffe yang mendapatkan medali tersebut adalah minimal 20 kemenangan terkonfirmasi). Ini menunjukkan bahwa medali tersebut diberikan atas kepemimpinannya di lapangan dan bukan semata prestasi pribadinya di udara



 Dari kiri ke kanan: Major Günther "Franzl" Lützow (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 3) dan Major Günther Freiherr von Maltzahn (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 53 “Pik-As”). Tidak diketahui kapan foto ini diambil, tapi kemungkinan besar pada tahun 1941



Major Günther Freiherr von Maltzahn (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 53 “Pik-As”) difoto atas kokpit pesawat Messerschmitt Bf 109 “Emil” di bulan Desember 1940. Unitnya baru saja menorehkan prestasi monumental setelah mencatatkan kemenangan udara yang ke-500 sehingga suasana perayaan masih terasa. Di kepalanya dia memakai “topi mandi” berwarna kuning yang biasa dipakai untuk mempermudah identifikasi dari kejauhan bila si pilot terjatuh di Selat Inggris. Von Maltzahn memulai karir terbangnya dari sejak tahun 1930, dan ketika Perang Dunia II pecah pada bulan September 1939 dia telah menjadi pilot dan komandan yang berpengalaman. Jabatan komando pertamanya diberikan pada bulan Juli 1937 saat dia dipercaya sebagai Staffelkapitän 6.Staffel / Jagdgeschwader 334, unit yang nantinya menjadi Jagdgeschwader 53. Dua tahun kemudian dia sudah menjadi Gruppenkommandeur dari unit yang sama


 Akhirnya! Major Günther Freiherr von Maltzahn (memakai pelampung, Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 53 “Pik-As”) memperhatikan saat anakbuahnya menambahkan logo "Pik-As" (As Wajik) pada bagian penutup mesin sebuah pesawat Messerschmitt Bf 109 milik JG 53 di bulan Desember 1940, tak lama setelah Panglima Luftwaffe Reichsmarschall Hermann Göring memberi izin kepada unit tersebut untuk memperbaharui penggunaan lambang mereka (Wing pemburu Luftwaffe ini memang dikenal dengan nama "Pik-As" karena lambangnya yang diambil dari kartu remi). Setelah mengambil alih komando JG 53 di bulan Oktober 1940, Von Maltzahn hanya mampu menembak jatuh dua pesawat musuh sampai dengan akhir tahun, dan kemudian menambah jumlah korbannya menjadi empat lagi sebelum unitnya direlokasikan ke Front Timur di bulan Juni 1941. Secara keseluruhan dia tercatat memperoleh 68 kemenangan udara yang diraih dari 497 misi tempur



Acara perayaan kecil-kecilan ulang tahun Generalmajor Osterkamp yang ke-49 tanggal 15 April 1941. 1.Oberstleutnant Adolf "Dolfo" Galland (Geschwaderkommodore JG 26); 2.Major Günther "Franzl" Lützow (Geschwaderkommodore JG 3); 3.Oberstleutnant Werner "Vati" Mölders (Geschwaderkommodore JG 51); 4.Oberstleutnant Karl Viek (Kommandeur Jagdfliegerschule 4); 5.Generalmajor Theodor "Theo" Osterkamp (Führer der Jagdflieger in der Luftflotte 2); 6.Major Günther Freiherr von Maltzahn (Geschwaderkommodore JG 53); dan 7.Oberst im Generalstab Paul Deichmann (Chef des Stabes II. Flieger-Korps)


 Acara perayaan kecil-kecilan ulang tahun Generalmajor Osterkamp yang ke-49 tanggal 15 April 1941. Dari kiri ke kanan: Oberstleutnant Adolf "Dolfo" Galland (Geschwaderkommodore JG 26), Major Günther "Franzl" Lützow (Geschwaderkommodore JG 3), Generalmajor Theodor "Theo" Osterkamp (Führer der Jagdflieger in der Luftflotte 2), Oberstleutnant Werner "Vati" Mölders (Geschwaderkommodore JG 51). dan Major Günther Freiherr von Maltzahn (Geschwaderkommodore JG 53)


 Acara perayaan kecil-kecilan ulang tahun Generalmajor Osterkamp yang ke-49 tanggal 15 April 1941. Dari kiri ke kanan: Oberstleutnant Adolf "Dolfo" Galland (Geschwaderkommodore JG 26), Oberstleutnant Adolf "Dolfo" Galland (Geschwaderkommodore JG 26), Major Günther "Franzl" Lützow (Geschwaderkommodore JG 3), Major Günther Freiherr von Maltzahn (Geschwaderkommodore JG 53), Generalmajor Theodor "Theo" Osterkamp (Führer der Jagdflieger in der Luftflotte 2), dan Oberstleutnant Werner "Vati" Mölders (Geschwaderkommodore JG 51)



Foto ini memperlihatkan Major Günther Freiherr von Maltzahn (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 53 "Pik-As") di sebelah kiri sementara Oberleutnant Kurt Brändle (Staffelkapitän 5.Staffel / II.Gruppe / Jagdgeschwader 53) berdiri kedua dari kanan sambil memegang boks medali di sebelah seorang Oberfeldwebel yang tidak diketahui namanya. Dari keterangan ini bisa diketahui bahwa foto diatas diambil pada saat Verleihung (upacara penganugerahan medali), meskipun tidak diketahui waktu tepatnya (antara tahun 1941-1942)


 Upacara penganugerahan Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk tiga orang pilot pemburu Luftwaffe. Dari kiri ke kanan: Major Günther Lützow (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 3. Eichenlaub #27 tanggal 20 Juli 1941), Major Günther Freiherr von Maltzahn (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 53. Eichenlaub #29 tanggal 24 Juli 1941), Oberleutnant Josef Priller (Staffelkapitän 1.Staffel / I.Gruppe / Jagdgeschwader 26. Eichenlaub #28 tanggal 20 Juli 1941), dan Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler). Upacaranya sendiri diselenggarakan pada tanggal 21 Agustus 1941 di Führerhauptquartier Wolfsschanze (Rastenburg). Foto oleh Kriegsberichter Scherl


 Karena berasal dari kalangan aristokrat, Günther von Maltzahn berhak untuk memakai tambahan gelar "Freiherr" (Baron) di namanya. Ayahnya meninggal dalam kancah Perang Dunia Pertama dalam Pertempuran Verdun, dan Maltzahn muda dibesarkan dalam lingkup keluarga yang dipenuhi rasa patriotisme, menjunjung tinggi kehormatan, serta kesetiaan pada Kaiser. Foto ini memperlihatkan dia dengan medali Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #29 yang diperolehnya pada tanggal 24 Juli 1941 sebagai Major dan Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 53 (JG 53) "Pik-As", setelah meraih 42 kemenangan udara


 Pesawat Messerschmitt Bf 109 F-4 yang diterbangkan oleh Major Günther Freiherr von Maltzahn (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 53 "Pik-As") di bulan Agustus 1941. Di sayap ekornya kita bisa melihat Abschußbalken (Baris Kemenangan) yang berjumlah 46 buah. Secara keseluruhan dia tercatat memperoleh 68 kemenangan udara yang diraih dari 497 misi tempur


 Oberst Werner Mölders (General der Jagdflieger) dan Major Günther Freiherr von Maltzahn (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 53 "Pik-As"). "General der Jagdflieger" (Jenderal Pilot Pemburu) yang disandang oleh Mölders bukanlah nama pangkat melainkan jabatan. Posisinya tersebut menjadikan dia pemimpin setiap pilot pemburu yang dimiliki oleh Luftwaffe. Setelah kematian Mölders yang tragis pada bulan November 1941, posisi tersebut berpindah ke tangan Adolf Galland



Major Günther Freiherr von Maltzahn (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 53 "Pik-As") memperhatikan saat General der Flieger Bruno Loerzer (Kommandierender General II. Fliegerkorps) menyematkan medali Eisernes Kreuz I.Klasse kepada salah seorang personil Jagdgeschwader 53 (JG 53) "Pik-As" yang berpangkat Feldwebel. Foto kemungkinan besar diambil pada awal tahun 1942 saat JG 53 direlokasi ke wilayah Mediterania setelah sebelumnya berjibaku di Front Timur. Wing pemburu Luftwaffe ini langsung ditempatkan di bawah komando II. Fliegerkorps pimpinan Loerzer


 Oberstleutnant Günther Freiherr von Maltzahn (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 53 "Pik-As") sedang diwawancari oleh koresponden perang Luftwaffe, Leutnant Johannes Karl Holzamer, di hadapan para anakbuahnya dan rekan seperjuangan dari Italia di Comiso (Sisilia), awal tahun 1942. Perwira botak yang berada di dekat Von Maltzahn adalah Prinz Christoph Ernst August von Hessen-Kassel, mantan SS-Oberführer yang kemudian bergabung secara sukarela dengan Luftwaffe ketika Perang Dunia II pecah. JG 53 sendiri direlokasi ke wilayah tersebut dari Front Timur untuk membantu unit-unit Luftwaffe lainnya dalam menggempur pangkalan Angkatan Laut Inggris di Pulau Malta. Holzamer sendiri nantinya terkenal sebagai direktur stasiun televisi Jerman ZDF seusai Perang Dunia II


Generalfeldmarschall Albert Kesselring (Oberbefehlshaber Süd) mengalungkan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes ke leher Leutnant Fritz Dinger (Staffelführer 4.Staffel / II.Gruppe / Jagdgeschwader 53 "Pik-As"), sementara di sebelah kanan ikut memperhatikan Oberstleutnant Günther Freiherr von Maltzahn (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 53 "Pik-As"). Foto diambil pada tanggal 23 Desember 1942 di sebuah lapangan udara Luftwaffe di Tunisia. Dinger nantinya gugur dalam pertempuran udara di Sisilia (Italia) tanggal 27 Juli 1943


 Para jagoan udara Luftwaffe di Mediterania pada tahun 1942, dari kiri ke kanan: Oberleutnant Friedrich "Fritz" Geißhardt (Staffelkapitän 3.Staffel / I.Gruppe / Jagdgeschwader 77), Oberstleutnant Günther Freiherr von Maltzahn (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 53 "Pik-As"), dan Hauptmann Heinz Bär (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Jagdgeschwader 77). Nantinya Von Maltzahn mempunyai tugas rangkap sebagai komandan sementara JG 77 periode Maret-Mei 1943, selain dari tugas utamanya sebagai komandan JG 53


Para perwira Luftwaffe berkendara bersama dalam sebuah bis atau gerbong kereta. Dari kiri ke kanan: Tidak diketahui, Hauptmann Joachim "Jochen" Müncheberg (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 77), Oberst Gerd von Massow (Höherer Kommandeur der Jagdflieger-und Zerstörerschulen), Oberstleutnant Hannes Trautloft (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 54 "Grünherz"), tidak diketahui, Oberstleutnant Günther Freiherr "Henri" von Maltzahn (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 53 "Pik-As"), tidak diketahui, dan Oberstleutnant Hubertus Hitschhold (Geschwaderkommodore Schlachtgeschwader 1). Foto kemungkinan besar diambil pada awal tahun 1943



Para perwira Luftwaffe dalam sebuah acara. Dari kiri ke kanan:  Oberst Gerd von Massow (Höherer Kommandeur der Jagdflieger-und Zerstörerschulen), Oberstleutnant Günther Freiherr "Henri" von Maltzahn (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 53 "Pik-As"), dan Oberstleutnant Hubertus Hitschhold (Geschwaderkommodore Schlachtgeschwader 1). Foto kemungkinan besar diambil pada awal tahun 1943



Oberst Günther Freiherr von Maltzahn dengan medali Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #29 yang diperolehnya pada tanggal 24 Juli 1941 sebagai Major dan Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 53 (JG 53) "Pik-As", setelah meraih 42 kemenangan udara. Von Maltzahn menjadi komandan wing pemburu tersebut periode 9 Oktober 1940 s/d 4 Oktober 1943


Generalmajor Adolf Galland (General der Jagdflieger) dalam inspeksi ke pangkalan Luftwaffe di Napoli, Italia, tanggal 3 Juli 1943. Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Theodor "Theo" Osterkamp (Jagdfliegerführer Sizilien); Adolf Galland; Oberst Günther “Franzl” Lützow (Inspekteur der Jagdflieger West und Süd); Oberst Günther Freiherr von Maltzahn (Geschwaderkommodore JG 53); dan perwira Luftwaffe tak dikenal. Foto oleh Kriegsberichter Kettelhohn (Propaganda-Kompanie Luftflotte 2)


 Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Albert Kesselring (Oberbefehlshaber Südwest und Oberbefehlshaber Heeresgruppe C) bersama dengan Oberst Günther Freiherr von Maltzahn (Jagdfliegerführer Oberitalien). Von Maltzahn mengepalai unit-unit pemburu Luftwaffe di Front Italia dari bulan Desember 1943 s/d Agustus 1944, dan bertanggungjawab kepada Marsekal Kesselring yang menjadi panglima tertinggi disana


Lukisan Günther Freiherr von Maltzahn sebagai sebagai Major dan Eichenlaubträger (peraih medali Eichenlaub) karya Wolfgang Willrich. Willrich biasa bepergian ke berbagai front pertempuran demi bertemu langsung dengan pahlawan-pahlawan perang Jerman tersebut, lalu kemudian menggambar wajah mereka dalam versi close-up. Karyanya disebarluaskan dan dijual dalam bentuk kartu pos. Uniknya, meskipun notabene menjadi penggerak utama mesin propaganda Jerman di masa perang melalui karya-karyanya, sang pelukis nyentrik menolak saat Himmler menawarinya menjadi perwira kehormatan SS, dan juga menolak untuk masuk menjadi anggota partai Nazi!


Lukisan Günther Freiherr von Maltzahn sebagai Oberstleutnant dan Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 53 (JG 53) "Pik-As". Di lehernya tergantung medali Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes, sementara di sebelah kiri teronggok topi sang komandan yang memakai seragam tropis (tropenuniform). Di latar belakang kita bisa melihat sebuah landasan udara di Afrika Utara yang dijadikan pangkalan oleh pesawat-pesawat Messerschmitt Bf 109 milik  JG 53. Lukisan ini berukuran 70 x 90cm, sementara apabila dihitung dengan framenya menjadi 81 x 100cm


Sumber :
Buku "Luftwaffe at War; Luftwaffe Aces of the Western Front" karya Robert Michulec
Buku "Royals and the Reich: The Princes von Hessen in Nazi Germany" karya Jonathan Petropoulos
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman

Saturday, April 18, 2015

Foto Barikade

Sebuah kendaraan pelopor lapis baja Sd.Kfz.231 bersenjatakan kanon terhenti di depan sebuah barikade yang dibuat secara terburu-buru oleh pasukan Soviet di salah satu jalan sempit yang mengarah ke bagian dalam kota Stalingrad, akhir Oktober 1942. Ranpur satu ini mendapat sentuhan cat dasar abu-abu gelap yang dilapisi oleh pola kamuflase kuning tua di sekujur tubuhnya. Kendaraan semacam ini biasa diberikan kepada batalyon pelopor atau divisi panzer dan infanteri bermotor


Sumber :
Buku "Stalingrad Inferno: The Infantryman's War" karya Gordon Rottman dan Ronald Volstad

Foto Tripod dan Bipod

TRIPOD

Dataran tinggi yang menghadap sungai Volga di Stalingrad dihiasi oleh banyak kelokan dan jurang berbahaya. Para Landser mengadopsi istilah Rusia "Balka" untuk menggambarkannya. Untungnya, tanah yang cukup lunak memudahkan prajurit-prajurit Jerman dalam hal pembuatan Unterschlupfe (lubang perlindungan) di pinggirannya, sesuatu yang biasa disebut Wohnbunker (bunker hunian) oleh mereka. Foto ini memperlihatkan sebagian awak senapan mesin berat Jerman sedang melihat aksi pertempuran yang terjadi di kejauhan sementara di dekat mereka terlipat sebuah Lafatte 34 (Dudukan Tripod 34). Foto kemungkinan besar diambil bulan Oktober 1942



Sumber :
Buku "Stalingrad Inferno: The Infantryman's War" karya Gordon Rottman dan Ronald Volstad

Foto Pahlawan Perang Third Reich Sebagai Selebritis dan Fans-nya

Sebagai seorang pahlawan nasional sekaligus selebriti, Major Helmut Wick (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 2 "Richthofen") mendapat tugas tambahan selain dari memimpin unitnya bertempur melawan pilot-pilot Inggris: menandatangani foto untuk para penggemar dan membalas surat-surat dari para pengagum yang datang! Foto ini memperlihatkan Wick saat baru saja menandatangani foto semacam ini, yang bergambar ekor pesawat Messerschmitt Bf 109 yang dipilotinya


General der Panzertruppe Erwin Rommel (Kommandierender General Panzergruppe "Afrika") berfoto bersama dengan para anggota angkatan laut Jerman dan Italia di atas sebuah kapal selam Regia Marina di pelabuhan Bardia, bulan November 1941. Kita bisa melihat bahwa reputasi Rommel sudah menjulang tinggi saat itu, dan dia seakan menjadi selebriti karena begitu banyak orang yang ingin berfoto bersamanya! Uniknya, selain dari Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes dan Pour le Mérite yang tercantol di lehernya, seragamnya bersih dari medali-medali yang biasanya tersemat disana-sini!

Jagoan Luftwaffe Oberleutnant Hans-Joachim Marseille (Staffelkapitän 3.Staffel / I.Gruppe / Jagdgeschwader 27) setelah dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwerters, sedang berkisah tentang perkembangan peperangan di Afrika bersama dengan sekumpulan anggota Hitlerjugend Flieger Berlin, 24 Juli 1942. Foto ini diambil dalam masa cuti Marseille di Jerman (19 Juni 1942 - 21 Agustus 1942). Dia sendiri adalah mantan anggota Hitlerjugend di masa ABG-nya!


Sumber :
Buku "German Fighter Ace Hans-Joachim Marseille, The Life Story Of The Star Of Africa" karya Franz Kurowski
Buku "Luftwaffe at War: Luftwaffe Aces of the Western Front" karya Robert Michulec 
Foto koleksi NARA (National Archives)
Foto koleksi pribadi Thomas E. Nutter
www.instahlgewittern.com

Friday, April 17, 2015

Foto Tongkat Kemenangan


Hauptmann Helmut Wick (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Jagdgeschwader 2 "Richthofen") memperhatikan tanda kemenangan berupa chevron yang diukirkan di "Tongkat Kemenangan" miliknya, Agustus 1940. Tongkat semacam ini biasanya dimiliki oleh jagoan-jagoan udara Luftwaffe dan berisi baris-baris (atau chevron) yang mewakili jumlah kemenangan yang telah diperoleh sampai sejauh itu. Dalam foto ini sendiri terdapat 23 chevron (yang menandakan jumlah kemenangan terkonfirmasi) serta satu bar (menandakan kemenangan tidak terkonfirmasi) yang terukir di tongkat milik Wick



Sumber :
Buku "Luftwaffe at War: Luftwaffe Aces of the Western Front" karya Robert Michulec

Major Helmut Wick (1915-1940) Pilot Luftwaffe Pertama yang Meraih 50 Kemenangan Udara




Album foto Helmut Wick bisa dilihat DISINI

 Oleh : Alif Rafik Khan

Nama lengkap: Helmut Paul Emil Wick
Panggilan/julukan: Helmut
Lahir: 5 Agustus 1915 di Mannheim, Baden-Württemberg (Jerman)
Meninggal: 28 November 1940 di atas Isle of Wight, Selat Inggris (Inggris)
Nomor keanggotaan NSDAP: Tidak ada
Nomor keanggotaan SS: Tidak ada
Gelar akademis: Tidak ada
Anggota keluarga: Karl Wick dan Berta Schenck (orangtua), Walter Wick dan Doris Wick (kakak), Ursel Rolfs (istri), Walter Wick dan Sabine Wick (anak)
Ciri fisik: Tidak diketahui

Beförderungen (Promosi):
00.07.1937 Fähnrich
01.09.1938 Oberfähnrich
08.11.1938 Leutnant
01.08.1940 Oberleutnant
01.09.1940 Hauptmann
09.10.1940 Major

Karriere (Karir):
00.00.1935 - 06.04.1936 Bergabung dengan Luftwaffe dan mengikuti pendidikan di Dresden
16.04.1936 - 00.05.1937 Mengikuti pendidikan lanjutan untuk menjadi pilot
00.05.1937 - 00.06.1937 Ditempatkan di 6./KG 254
00.06.1937 - 00.00.1938 Mengikuti pendidikan lanjutan calon perwira Luftwaffe
00.00.1938 - 00.01.1939 Ditransfer ke II./JG 134
00.01.1939 - 01.05.1939 Ditransfer ke 1./JG 133
01.05.1939 - 30.08.1939 1./JG 133 berubah menjadi 1./JG 53
30.08.1939 - 22.06.1940 Ditransfer ke 3./JG 2
22.06.1940 - 05.09.1940 Staffelkapitän 3./JG 2
05.09.1940 - 09.09.1940 Staffelkapitän 6./JG 2
09.09.1940 - 20.10.1940 Gruppenkommandeur I./JG 2
20.10.1940 - 28.11.1940 Geschwaderkommodore JG 2

Orden und Ehrenzeichen (Medali dan Penghargaan):
00.00.193_ Flugzeugführerabzeichen
21.12.1939 Eisernes Kreuz II.Klasse, setelah meraih kemenangan udara pertama yang diraihnya pada tanggal 22 November 1939
06.06.1940 Eisernes Kreuz I.Klasse, setelah merampungkan misi tempur yang ke-100 sekaligus meraih kemenangan udara yang ke-9 dan ke-10 di hari yang sama (6 Juni 1940)
26.08.1940 Disebutkan namanya dalam Wehrmachtbericht: "Das Jagdgeschwader Richthofen hat in den gestrigen Luftkämpfen den 250. Abschuß überschritten. Oberleutnant Wick errang seinen 19. und 20. Luftsieg" (Wing Pemburu Richthofen telah melampaui 250 kemenangan dalam pertempuran udara kemarin. Letnan Satu Wick meraih kemenangan udara yang ke-19 dan ke-20)
27.08.1940 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #107, sebagai Oberleutnant dan Staffelkapitän 3.Staffel / I.Gruppe / Jagdgeschwader 2 (JG 2) "Richthofen"
06.10.1940 Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub #4, sebagai Major dan Gruppenkommandeur I.Gruppe / Jagdgeschwader 2 (JG 2) "Richthofen"
00.00.1940 Gemeinsames Flugzeugführer-Beobachterabzeichen mit Brillanten
06.10.1940 Disebutkan namanya dalam Wehrmachtbericht : "Hauptmann Wick schoß am gleichen Tage fünf Jäger im Luftkampf ab und errang damit seinen 41. Luftsieg" (Kapten Wick menembak jatuh lima pesawat pemburu dalam pertempuran udara di hari yang sama sehingga menambah jumlah kemenangan udaranya menjadi 41 buah)
08.11.1940 Disebutkan namanya dalam Wehrmachtbericht : "Hauptmann Wick schoß am gleichen Tage fünf Jäger im Luftkampf ab und errang damit seinen 41. Luftsieg" (Kapten Wick meraih kemenangan udara ke-48 sampai ke-53 di tanggal 6 dan 7 November dengan menembak jatuh enam pesawat musuh)
16.11.1940 Disebutkan namanya dalam Wehrmachtbericht : "Das Jagdgeschwader Freiherr von Richthofen errang unter Führung des Major Wick seinen 500. Luftsieg" (Wing Pemburu Freiherr von Richthofen di bawah pimpinan Mayor Wick berhasil meraih kemenangan udara yang ke-500)
04.12.1940 Disebutkan namanya dalam Wehrmachtbericht: "Der Kommodore des Jagdgeschwaders Richhofen, Major Wick, kehrte nach seinem 56. Luftsieg vom Feindflug nicht zurück. Damit hat die deutsche Luftwaffe einen ihrer kühnsten und erfolgreichsten Jagdflieger verloren. Major Wick, der für seinen heldenhaften Einsatz im Kampf für die Zukunft des deutschen Volkes mit dem Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes ausgezeichnet war, wird im deutschen Volke und vor allem in der der deutschen Jugend als Vorbild fortleben" (Komodor Wing Pemburu Richthofen, Mayor Wick, tidak kembali dari sebuah operasi tempur setelah mencatatkan kemenangan udaranya yang ke-56. Mayor Wick, yang dianugerahi Daun Ek untuk Salib Ksatria dari Salib Baja atas aksi heroik serta pengorbanannya untuk masa depan masyarakat Jerman, akan tetap hidup sebagai contoh bagi rakyat Jerman dan utamanya kaum muda)

Aufzeichnungen (Catatan):
* Helmut Wick merupakan anak termuda dari tiga bersaudara yang lahir dari pasangan insinyur sipil Karl Wick dan Berta Schenck. Kakak tertuanya, Walter, dilahirkan di Swakopmund yang saat itu merupakan bagian dari Protektorat Jerman, Afrika Barat-Daya (Deutsch-Südwestafrika). Pecahnya Perang Dunia Pertama memaksa Keluarga Wick untuk pulang ke Jerman dan tak lama kemudian saudari Helmut, Doris, dilahirkan di Rohrbach, dekat Heidelberg. Pekerjaan ayahnya yang berhubungan dengan pembangunan jalan dan jembatan membuat Helmut menghabiskan sebagian besar dari masa kecilnya dalam keadaan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Pertama mereka boyongan ke Hanover tahun 1919 (dimana ibu Helmut meninggal disana pada bulan Februari 1922), kemudian ayahnya membawa anak-anaknya pindah lagi ke Oliva di dekat Danzig dan Königsberg di Prusia Timur, sebelum kemudian menetap secara permanen di Berlin mulai tahun 1935.
* Pada tanggal 5 Agustus 1939 Helmut Wick menikah dengan Ursel Rolfs (1916-1968) di Berlin. Pasangan ini kemudian dikaruniai dua orang anak: Walter (lahir bulan Oktober 1939) dan seorang putri bernama Sabine yang dilahirkan beberapa bulan setelah ayahnya tiada (Februari 1941). Beberapa tahun kemudian janda Wick, Ursel, menikah kembali dengan Dr. Gerhard Tausch yang merupakan seorang Stabsarzt (dokter tentara berpangkat setara dengan  Kapten).
* Pada tanggal 31 Agustus 1939 Helmut Wick mendapat perintah penempatan di "Jagdgeschwader Richthofen Nr. I". Uniknya, pada saat itu tidak ada unit yang dinamakan seperti tersebut! Yang jelas, maksud dari surat perintah itu adalah Jagdgeschwader 1 yang berpangkalan di Döberitz dekat Berlin (dalam Perang Dunia I nama "Geschwader Richthofen" memang disematkan pada Jagdgeschwader 1), sementara julukan "Geschwader Richthofen" dalam Perang Dunia II lebih merujuk pada Jagdgeschwader 2. Wick kemudian menyadari kesalahan penulisan tersebut, tapi kemudian menjadi gembira karena kini dia bisa memilih apakah akan ke JG 1 atau JG 2 (kalau salah tinggal ngeles!). Dia akhirnya memilih JG 2 "Richthofen" yang saat itu dipimpin oleh Oberst Gerd von Massow.
* Helmut Wick pertama kali merasakan aksi udara dalam penyerbuan Jerman ke Polandia bulan September 1939, sementara kemenangan pertama diraihnya dalam misi keenam yang berlangsung tanggal 22 November 1939 saat dia menembak jatuh sebuah pesawat pemburu Curtiss Hawk 75 Prancis di dekat Nancy yang dipiloti oleh Sersan Saillard dari Groupe de Chasse II/4 Armée de l’Air (yang gugur dalam peristiwa tersebut). Atas prestasi ini Wick dianugerahi Eisernes Kreuz II.Klasse tanggal 21 Desember 1939.
* Pada tanggal 6 Juni 1940 Wick menjadi pilot pertama di I.Gruppe / Jagdgeschwader 2 (JG 2) "Richthofen" yang merampungkan 100 misi tempur. Atas prestasi ini dia dianugerahi Eisernes Kreuz I.Klasse di hari yang sama oleh Geschwaderkommodore Oberstleutnant Harry von Bülow-Bothkamp.
* Di akhir Pertempuran Prancis Wick mengantongi 14 kemenangan terkonfirmasi dan menduduki urutan ketiga pilot Luftwaffe dengan pencapaian terbaik setelah Hauptmann Werner Mölders dari JG 53 dengan 25 kemenangan dan Hauptmann Wilhelm Balthasar dari JG 27 dengan 23 kemenangan.
* Pertempuran Britania melawan pilot-pilot Inggris di musim panas tahun 1940 melambungkan nama Helmut Wick dalam hal popularitas dan karir. Meskipun laga yang dijalani begitu sulit karena harus menghadapi pilot-pilot berpengalaman dan dilakukan di wilayah musuh, tapi Wick tetap menambah jumlah kemenangannya secara teratur. Dia menembak jatuh lawannya yang ke-20 tanggal 24 Agustus 1940 dan menambah dua korban lagi sehari kemudian. Pencapaian ini membuat namanya masuk ke dalam Wehrmachtbericht untuk pertama kalinya (dari keseluruhan lima), sebuah siaran radio propaganda yang dikeluarkan setiap hari oleh Wehrmacht. Disebutkan namanya dalam Wehrmachtbericht adalah sebuah kehormatan besar bagi setiap prajurit Jerman sehingga tanggal penyiarannya dicantumkan dalam buku tugas si prajurit (di bagian medali dan penghargaan). 20 kemenangan juga membuatnya memenuhi syarat untuk diganjar dengan medali Ritterkreuz, dan Wick secara resmi menerima medali tersebut tanggal 27 Agustus 1940 di Carinhall, langsung dari tangan Reichsmarschall Hermann Göring. Dia juga mendapat kesempatan diwawancara oleh koresponden Adler, sebuah majalah mingguan Luftwaffe. Bonus lainnya: Wick mendapat izin untuk liburan dan menghabiskan waktu bersama keluarga di Berlin selama empat hari.
* Pada tanggal 5 Oktober 1940 Helmut Wick meraih kemenangan udaranya yang ke-41 sekaligus melampaui pencapaian dua pesaing terberatnya dalam hal skor kemenangan tertinggi: Oberstleutnant Werner Mölders dan Major Adolf Galland. Dari sejak saat itu skor kemenangannya tak terkejar sampai dengan saat kematiannya yang tragis.
* Tak lama setelah kemenangan udaranya yang ke-41, Wick menerima perintah pada tanggal 6 Oktober 1940 untuk melaporkan diri pada Reichsmarschall Hermann Göring pukul tiga sore keesokan harinya. Cuaca yang buruk membuat dia memilih untuk berkendara sendiri dari Normandia ke Berlin menggunakan mobil. Dengan ditemani oleh wingman sekaligus sahabatnya, Oberleutnant Rudolf Pflanz, Wick berkendara sepanjang malam dan tiba di Reichsministerium tepat pada waktunya untuk bertemu dengan Göring, Generalfeldmarschall Erhard Milch, Generaloberst Ernst Udet, General der Flieger Kurt Student dan General der Flieger Karl Bodenschatz. Setelah pertemuan di Berlin, Wick bersama dengan Göring pergi ke Berchtesgaden dengan menggunakan kereta api pribadi sang Reichsmarschall. Mereka tiba pukul lima sore pada tanggal 8 Oktober 1940 untuk upacara penyerahan Eichenlaub secara resmi dari tangan Adolf Hitler. Wick kemudian diperkenalkan secara resmi sebagai "pahlawan Jerman" ke hadapan para wartawan dalam dan luar negeri oleh Kepala Pers Third Reich Dr. Otto Dietrich dalam sebuah konferensi pers. Penampilannya yang terkesan sombong dan mengolok-olok para korbannya meninggalkan impresi yang buruk pada kebanyakan insan pers yang hadir, dan Majalah Life sampai menyebutnya sebagai seorang "busybody" (tukang ikut campur)!
 * Pada tanggal 19 Oktober 1940 Wick dipromosikan menjadi Major sekaligus dipercaya sebagai Geschwaderkommodore (Komandan Wing) dari Jagdgeschwader 27. Dia tak berminat untuk meninggalkan Gruppe yang dipimpinnya di JG 2 "Richthofen" dan, setelah berpikir selama beberapa waktu, mengungkapkan opininya tersebut pada Göring sekaligus memintanya untuk dibiarkan tetap tinggal bersama dengan Gruppe kesayangannya. Keesokan harinya sang Reichsmarschall merubah keputusannya untuk mentransfer Wick ke JG 27 dan memberi kehormatan kepada pilot kebanggaannya tersebut untuk mengambil alih komando JG 2 "Richthofen". Dengan ini dia menjadi Major sekaligus Geschwaderkommodore termuda di seantero Luftwaffe dalam usia yang baru menginjak 25 tahun! Major Wolfgang Schellmann, yang telah mengomandani JG 2 dari sejak awal bulan September 1940, menjadi tumbalnya dan dia kemudian dipindahkan untuk menjadi Geschwaderkommodore JG 27.
* Jagdgeschwader 2 (JG 2) "Richthofen" mengklaim kemenangan udara yang ke-500 pada tanggal 16 November 1940 sehingga membuat nama Wick untuk keempat kalinya disebutkan dalam Wehrmachtbericht. Untuk merayakan prestasi tersebut, Wick bersama dengan para Gruppenkommandeur, Staffelkapitän dan personil markas pergi ke Paris untuk bersenang-senang. Tanggalnya adalah 22 November 1940, persis setahun setelah kemenangan udara pertama JG 2! Disana mereka mengunjungi pertunjukan di "Casino de Paris" dan makan malam di Hôtel Salomon de Rothschild".
* Helmut Wick, dengan ditemani oleh Stabsschwarm-nya - termasuk Oberleutnant Rudolf Pflanz, Leutnant Franz Fiby dan Oberleutnant Erich Leie - mengklaim kemenangan udara yang ke-55 saat dia menembak jatuh sebuah pesawat Spitfire Inggris di siang hari tanggal 28 November 1940. Lawannya saat itu kemungkinan besar adalah Pilot Officer Archibald Lyall dari No.602 Fighter Squadron yang dilaporkan terbunuh di hari itu. Kemenangan yang terakhirnya ini membuat skor Wick melampaui jumlah milik Werner Mölders yang berada di angka 54 sekaligus menjadikannya pilot Luftwaffe dengan pencapaian tertinggi. Saat kembali dari misinya ke Cherbourg- Querqueville, Wick meminta pesawatnya untuk diisi amunisi dan bahan bakar kembali. Bersama dengan Erich Leie sebagai wingman-nya, dia tinggal landas pukul 16:10 dan kembali ke sekitar wilayah Isle of Wight. Demi melihat pesawat-pesawat Spitfire musuh sedang terbang, dia membawa pesawatnya menanjak untuk dapat menyerang dari posisi yang lebih menguntungkan. Dalam sebuah serangan menukik Wick berhasil menembak jatuh pesawat Spitfire R6631 musuh sekaligus membunuh pilotnya, Pilot Officer Paul A. Baillon dari No.609 Squadron. Tak lama kemudian, sekitar pukul 17:00, giliran pesawat Messerschmitt Bf 109 E-4 (Werknummer 5344) yang dipiloti oleh Wick yang ditembak jatuh, kemungkinan besar oleh Flight Lieutenant John Dundas dari No. 609 Squadron, jagoan udara Inggris dengan 12 kemenangan (versi lain menyebutkan bahwa yang menembak Wick adalah Pilot Officer Eric Marrs atau pilot Polandia Zygmunt Klein dari 234 Squadron yang terbunuh di hari yang sama). Rudolf Pflanz sempat melihat sebuah Spitfire yang menembak sebuah Bf 109 dan pilotnya loncat keluar. Pflanz lalu membalas dengan menembak jatuh Spitfire tersebut, yang kemudian hancur di permukaan lautan dengan membawa serta pilotnya. Baru kemudian dia mengetahui bahwa pilot Bf 109 yang terjun ke lautan itu adalah komandannya sendiri, Geschwaderkommodore Wick. Ketika mendengar berita mengejutkan ini, Reichsmarschall Hermann Göring langsung memerintahkan agar dilakukan usaha pencarian oleh kapal-kapal torpedo Kriegsmarine meskipun malam telah menjelang. Keesokan harinya usaha pencarian tersebut mendapat bantuan kapal-kapal Kriegsmarine lainnya dengan mendapat tambahan Seenotdienst (Penyelamatan Udara-Darat) serta dikawal oleh pesawat-pesawat pemburu dari JG 2. Usaha tersebut berakhir dengan sia-sia dan keberadaan Wick tetap tidak diketahui. Dia kemudian secara resmi dinyatakan MIA (Missing in Action) pada tanggal 4 Desember 1940, sekaligus membuat namanya disebutkan untuk terakhir kalinya dalam Wehrmachtbericht. Wick tercatat sebagai Eichenlaubträger (peraih medali Eichenlaub) pertama yang kehilangan nyawanya dalam pertempuran.
* Pada tanggal 23 Januari 1941 ayah Wick menerima panggilan telepon dari Jenderal Karl Bodenschatz dari Führerhauptquartier yang memberitahukan bahwa Helmut Wick telah diselamatkan oleh pihak Inggris dan menjadi tawanan perang di Kanada (berdasarkan berita dari Reuters). Hitler dan Göring lalu memerintahkan agar laporan tersebut dikonfirmasi kebenarannya. Pada tanggal 5 Februari 1941 datang telegram dari Ottawa yang memberitahukan pada Ursel (istri Wick) bahwa nama suaminya tidak tercantum dalam daftar tawanan Sekutu di Kanada.
* Sepanjang karirnya sebagai pilot pemburu, Wick tercatat meraih 56 kemenangan udara yang diperolehnya dalam 168 misi tempur. 24 diantara korbannya adalah pesawat Spitfire.
* Nama Helmut Wick tak hanya harum karena prestasinya atau kepemimpinannya, tapi juga karena kenaikan pangkat luar biasa yang diterimanya, dari Leutnant menjadi Major hanya dalam waktu satu tahun! Dia adalah Eichenlaubträger pertama yang terbunuh dalam peperangan, dan merupakan jagoan Luftwaffe dengan skor tertinggi pada saat kematiannya.
* Pesawat-pesawat yang pernah digunakan oleh Helmut Wick: Focke-Wulf Fw 44 "Stieglitz", Arado Ar 68, Messerschmitt Bf 109 E-3 dan Messerschmitt Bf 109 E-4.
* "Wick adalah pemberani yang sebenarnya. Dia mempunyai penglihatan yang sangat tajam sehingga biasanya menjadi orang pertama yang melihat keberadaan pesawat musuh. Lalu dia akan membuka katupnya dan langsung menghampiri mereka tanpa tedeng aling-aling. Aku tak seberani itu, dan mungkin itulah yang membuatku tetap hidup sampai saat ini sementara dia tidak." (Franz Fiby, salah seorang wingman Wick di Stabsschwarm).


Sumber :
Buku "Luftwaffe Officer Career Summaries" karya Henry L. deZeng IV dan Douglas G. Stankey

Foto Helmut Wick


Major Helmut Wick (5 Agustus 1915 - 28 November 1940) adalah jagoan udara Luftwaffe dengan 56 kemenangan yang diraihnya dalam 168 misi tempur. Dia tercatat memegang beberapa rekor: pilot pertama yang menembak jatuh 50 pesawat musuh, Major sekaligus Geschwaderkommodore termuda dalam usia 25 tahun, serta Eichenlaubträger (peraih medali Eichenlaub) pertama yang terbunuh dalam peperangan! Medali dan penghargaan yang telah diterimanya: Flugzeugführerabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse (21 Desember 1939) und I.Klasse (6 Agustus 1940); Gemeinsames Flugzeugführer-Beobachterabzeichen mit Brillanten (1940); serta Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes (27 Agustus 1940) mit Eichenlaub (6 Oktober 1940). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht lima kali: 26 Agustus 1940, 6 Oktober 1940, 8 November 1940, 16 November 1940, dan 4 Desember 1940. Biografi singkat Helmut Wick bisa dilihat DISINI


Oberleutnant Helmut Wick (Staffelkapitän 6.Staffel / II.Gruppe / Jagdgeschwader 2 "Richthofen") sedang diwawancarai oleh wartawan dari ADLER (majalah mingguan keluaran Oberkommando der Luftwaffe) di bulan Agustus 1940. Beberapa artikel kemudian muncul tentang pengalaman perang sang pilot pemburu, meskipun Wick bukanlah pengarangnya. Semuanya ditulis oleh jurnalis perang dengan mengatasnamakan Wick sebagai pembuatnya. Tidak diketahui kemudian siapa yang mendapatkan bayaran untuk artikel-artikel tersebut


Hauptmann Helmut Wick (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Jagdgeschwader 2 "Richthofen") memperhatikan tanda kemenangan berupa chevron yang diukirkan di "Tongkat Kemenangan" miliknya, Agustus 1940. Tongkat semacam ini biasanya dimiliki oleh jagoan-jagoan udara Luftwaffe dan berisi baris-baris (atau chevron) yang mewakili jumlah kemenangan yang telah diperoleh sampai sejauh itu. Dalam foto ini sendiri terdapat 23 chevron (yang menandakan jumlah kemenangan terkonfirmasi) serta satu bar (menandakan kemenangan tidak terkonfirmasi) yang terukir di tongkat milik Wick


 "So stiess ich auf die Engländer herunter" (Lalu aku mendekati orang Inggris itu dari bawah). Hauptmann Helmut Wick mendeskripsikan dogfight terakhirnya melawan pilot Inggris kepada rekan-rekan sejawatnya. Dari kiri ke kanan: Hauptmann Dr. Joachim Seegert (Gruppenführer I.Gruppe / Jagdgeschwader 2 "Richthofen"), Hauptmann Helmut Wick (Staffelkapitän 6.Staffel / II.Gruppe / Jagdgeschwader 2 "Richthofen"), dan Erich Leie (Geschwaderadjutant Jagdgeschwader 2 "Richthofen"). Foto ini kemungkinan besar diambil pada tanggal 8 September 1940 oleh Kriegsberichter Striemann, tak lama setelah Wick menembak jatuh tiga pesawat Hurricane Inggris dalam satu pertempuran udara yang berlangsung selama 20 menit. Sehari kemudian Wick mengambil alih tampuk pimpinan I. Gruppe dari tangan komandan sementaranya, Hauptmann Dr. Seegert


 Adolf Hitler (Führer und Reichskanzler) berfoto bersama dengan Major Helmut Wick (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Jagdgeschwader 2 "Richthofen") setelah upacara penganugerahan medali Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes yang diselenggarakan di Berchtesgaden pada tanggal 8 Oktober 1940. Tak lama setelah kemenangan udaranya yang ke-41 tanggal 5 Oktober 1940, Wick menerima perintah pada tanggal 6 Oktober 1940 untuk melaporkan diri pada Reichsmarschall Hermann Göring pukul tiga sore keesokan harinya. Cuaca yang buruk membuat dia memilih untuk berkendara sendiri dari Normandia ke Berlin menggunakan mobil. Dengan ditemani oleh wingman sekaligus sahabatnya, Oberleutnant Rudolf Pflanz, Wick berkendara sepanjang malam dan tiba di Reichsministerium tepat pada waktunya untuk bertemu dengan Göring, Generalfeldmarschall Erhard Milch, Generaloberst Ernst Udet, General der Flieger Kurt Student dan General der Flieger Karl Bodenschatz. Setelah pertemuan di Berlin, Wick bersama dengan Göring pergi ke Berchtesgaden dengan menggunakan kereta api pribadi sang Reichsmarschall. Mereka tiba pukul lima sore pada tanggal 8 Oktober 1940 untuk upacara penyerahan Eichenlaub secara resmi dari tangan Adolf Hitler. Wick kemudian diperkenalkan secara resmi sebagai "pahlawan Jerman" ke hadapan para wartawan dalam dan luar negeri oleh Kepala Pers Third Reich Dr. Otto Dietrich dalam sebuah konferensi pers. Penampilannya yang terkesan sombong dan mengolok-olok para korbannya meninggalkan impresi yang buruk pada kebanyakan insan pers yang hadir, dan Majalah Life sampai menyebutnya sebagai seorang "busybody" (tukang ikut campur)!


 Sebuah foto studio dari Major Helmut Wick (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 2 “Richthofen”) yang dibuat pada tanggal 8 Oktober 1940, di hari dia mendapatkan medali Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes langsung dari tangan Adolf Hitler di Berchtesgaden. Semua penganugerahan medali ini dipublikasikan secara luas oleh pers Jerman dan liputannya bisa dibaca di media-media harian serta mingguan yang terbit di Negara tersebut (dan juga negara taklukannya), sementara sang penerima harus “merelakan dirinya” untuk diwawancarai dan dipotret oleh wartawan serta koresponden perang layaknya selebritis



Major Helmut Wick difoto pada bulan Oktober 1940 saat berada di puncak prestasinya. Hanya dua minggu setelah dianugerahi medali Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes serta kenaikan pangkat luar biasa dari Hauptmann menjadi Major, jagoan udara berusia 25 tahun ini dipercaya oleh Panglima Luftwaffe Hermann Göring untuk menjadi Geschwaderkommodore dari unit pemburu Jagdgeschwader 2 (JG 2) "Richthofen" pada tanggal 20 Oktober 1940. Pada tanggal 6 November 1940 dia mengklaim kemenangan udaranya yang ke-50. Semuanya berakhir secara tiba-tiba ketika pesawat Wick ditembak jatuh di atas Selat Inggris pada tanggal 28 November 1940. Kebanyakan sumber mengklaim bahwa penembaknya adalah Flight Lieutenant John Dundas dari No. 609 Squadron, jagoan udara Inggris dengan 12 kemenangan, sementara versi lain menyebutkan bahwa yang menembak Wick adalah Pilot Officer Eric Marrs atau pilot Polandia Zygmunt Klein dari 234 Squadron yang terbunuh di hari yang sama


Sebagai seorang pahlawan nasional sekaligus selebriti, Major Helmut Wick (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 2 "Richthofen") mendapat tugas tambahan selain dari memimpin unitnya bertempur melawan pilot-pilot Inggris: menandatangani foto untuk para penggemar dan membalas surat-surat dari para pengagum yang datang! Foto ini memperlihatkan Wick saat baru saja menandatangani foto semacam ini, yang bergambar ekor pesawat Messerschmitt Bf 109 yang dipilotinya


 Major Helmut Wick dengan medali Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #4 yang diperolehnya pada tanggal 6 Oktober 1940 sebagai Gruppenkommandeur I.Gruppe / Jagdgeschwader 2 (JG 2) "Richthofen". Medali tersebut diberikan kepadanya sebagai penghargaan atas prestasinya yang telah berhasil menembak jatuh 41 pesawat musuh sampai sejauh itu. Wick menjadi pilot Luftwaffe ketiga yang mendapatkan medali bergengsi tersebut setelah Werner Mölders dan Adolf Galland



 Major Helmut Wick sebagai Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 2 (JG 2) "Richthofen". Selama karirnya, jagoan udara Jerman ini telah mengklaim 56 kemenangan dan hampir semuanya dibukukan hanya dalam rentang waktu lima bulan dan dalam 168 misi tempur. Meskipun begitu, beberapa dari klaim yang diajukannya terbukti mengada-ada atau tidak tepat sehingga tidak dikonfirmasi, terutama yang diraih pada bulan Oktober dan November 1940. Sebagai contoh, dari lima kemenangan yang diklaimnya pada tanggal 6 November 1940 dalam pertempuran udara yang berlangsung selama 13 menit, tiga diantaranya adalah fiksi! Ada beberapa klaim kemenangan ganda lainnya yang mempunyai pola yang sama yang seperti itu, terutama yang berlangsung di minggu-minggu terakhir pertempuran udara di atas Inggris


 Reichsmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe) memegang pundak salah seorang pilot kebanggaannya, Major Helmut Wick (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 2 "Richthofen"), sementara General der Flieger Hans Jeschonnek (Chef des Generalstabes der Luftwaffe) memperhatikan di tengah. Foto diambil bulan Oktober 1940


Reichsmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe) bersama dengan salah seorang pilot kebanggaannya, Major Helmut Wick (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 2 "Richthofen"). Göring adalah pilot pemburu terkemuka Kekaisaran Jerman dalam Perang Dunia Pertama dengan 20 kemenangan udara, karenanya dia mengerti betul seperti apa ambisi dari pilot-pilot pemburu muda pemberani yang menjadi inti kekuatan dari Jagdwaffe-nya. Wick adalah salah seorang yang menjadi favoritnya di musim gugur tahun 1940 tersebut. Dia muda, berani luar biasa, agresif, dan sangat sukses, semua kriteria yang seakan mengingatkan sang Marsekal pada masa mudanya. Di latar belakang kita bisa melihat Generalfeldmarschall Hugo Sperrle (Chef Luftflotte 3) yang setara gendutnya seperti Göring


 Helmut Wick dengan pesawat Messerschmitt Bf 109 E-4 (Werknummer 5344) yang dipilotinya dari pertengahan tahun 1940 sampai dengan saat kematiannya tanggal 28 November 1940. Pesawat-pesawat yang pernah digunakan oleh Helmut Wick sebelumnya: Focke-Wulf Fw 44 "Stieglitz", Arado Ar 68, dan Messerschmitt Bf 109 E-3 (dua yang pertama merupakan pesawat latih)


Major Helmut Wick (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 2 "Richthofen") duduk di dalam kokpit pesawat Messerschmitt Bf 109 E-4 (Werknummer 5344) sebelum tinggal landas untuk melakukan misi udara. Di hari itu dia tidak bertemu dengan satu pun pesawat Inggris. Foto ini diambil pada tanggal 26 November 1940 saat Wick sudah mengantongi 54 kemenangan terkonfirmasi, dan hanya berselang 48 jam kemudian sang jagoan udara Luftwaffe terkemuka akan kehilangan nyawanya dalam pertempuran di Isle of Wight!


Messerschmitt Bf 109 E-4 (Werknummer 5344) yang dipiloti oleh Helmut Wick dari pertengahan tahun 1940 sampai dengan saat kematiannya tanggal 28 November 1940. Pesawat ini membawa serta emblem pribadi "Horrido!" milik Wick, yang berupa sebuah pedang emas dengan latar belakang panji segitiga berwarna biru. Emblem ini pada awalnya berasal dari 3.Staffel / Jagdgeschwader 2 "Richthofen" dan melambangkan darah Swedia yang dimiliki oleh sang Staffelkapitän pada saat itu, Hennig Stümpel. Sebagai seorang Gruppenkommandeur dari I./JG 2, Wick dan unitnya pernah kedatangan Generalfeldmarschall Hugo Sperrle yang melakukan inspeksi. Sang marsekal marah-marah begitu mengetahui betapa "acak-acakannya" penampilan pilot-pilot Wick dengan panjang rambut yang melebihi aturan. Dikonfrontasi seperti itu, Wick balik "menyalak" dan dengan nada tinggi menjawab bahwa dalam Pertempuran Britania yang begitu sengit yang berlangsung pada saat itu, anakbuahnya tidak mempunyai waktu bahkan hanya untuk sekedar mencukur rambut dan "bersolek"!


 Medali Eisernes Kreuz I.Klasse serta pin Eichenlaub milik Helmut Wick yang menjadi koleksi dari keluarga mendiang sang pilot. Yang pertama diraihnya pada tanggal 6 Juni 1940 setelah merampungkan misi tempur yang ke-100 sekaligus meraih kemenangan udara yang ke-9 dan ke-10 di hari yang sama, sementara yang kedua diraihnya tanggal 6 Oktober 1940 setelah meraih kemenangan udara yang ke-41 tanggal 5 Oktober 1940 


 Fliegerpokal milik Helmut Wick yang didapatkannya pada tanggal 6 November 1940 setelah dia mencatatkan kemenangan udara ke-50 di atas Isle of Wight. Gelas penghargaan dengan nama lengkap "Fliegerpokal für besondere Leistungen im Luftkampf" ini kini terpajang di Luftfahrtmuseum Hannover-Laatzen (Musium Aviasi Hannover-Laatzen)

----------------------------------------------------------------------































Sumber :
Buku "Helmut Wick: Das Leben eines Fliegerhelden" terbitan Der Adler 
Buku "Luftwaffe at War: Luftwaffe Aces of the Western Front" karya Robert Michulec
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.asisbiz.com
www.bildarchiv.bsb-muenchen.de
www.commons.wikimedia.org
www.falkeeins.blogspot.com
www.forum.axishistory.com
www.oakleafmilitaria.com
www.wehrmacht-awards.com
www.yoyosims.pl