Tuesday, September 2, 2014

Foto Bajing/Tupai (Eichhörnchen)

Dua orang anggota SS-Division Totenkopf ini asyik bermain-main dan memberi makan seekor tupai di waktu senggang mereka. Dalam buku "Soldaten - Kämpfer - Kameraden. Marsch und Kämpfe der SS-Totenkopf-Division" volume 1 halaman 288 karya Wolfgang Vopersal disebutkan bahwa sang perwira adalah SS-Obersturmführer Reinhold Wilhelm August Löw, sementara bintara yang menemaninya adalah SS-Hauptscharführer Hamke. Ditambahkan pula bahwa sang tupai merupakan binatang kesayangan dari kompi tempat mereka bertugas (3.Kompanie / SS-Totenkopf-Infanterie-Regiment 2). Dari data tentang Löw bisa diketahui bahwa periode foto ini diambil adalah antara Januari 1941 (promosi menjadi SS-Obersturmführer) sampai dengan Agustus 1941 (promosi menjadi SS-Hauptsturmführer dan Chef 3.Kompanie / SS-Totenkopf-Infanterie-Regiment 3). Perwira kelahiran 30 Mei 1913 di Kubach ini nantinya gugur beberapa bulan kemudian (tanggal 28 November 1941) di Kirillowschtschina (Rusia), hanya beberapa hari setelah diangkat sebagai Chef 3.Kompanie / SS-Kradschützen-Bataillon 3


Sumber :
www.forum.axishistory.com

Foto Adjutantschnur (Tambang Ajudan)

 Major Horst Steffen (17 April 1906 - 12 Mei 1940) berasal dari I.Abteilung / Panzer-Regiment 23 yang kemudian dilebur menjadi II.Abteilung / Panzer-regiment 25 / 7.Panzer-Division. Dia terbunuh di Dinant (Prancis) tahun 1940, dua hari setelah Wehrmacht membuka front di Barat. Jenazahnya kemudian dikebumikan di Kriegsgräberstätte Lommel, blok 7 kuburan no.120. Namanya tercantum dalam tugu peringatan di Panzer Kaserne (Barak Tompkins) yang berlokasi di Schweitzingen. Asalnya tugu tersebut berada di seberang jalan dari Kaserne persis di depan sebuah klub perwira yang sekarang tidak lagi ada, tapi kemudian dipindahkan ke bagian dalam demi mencegah tergusur atau tersingkir akibat pelebaran jalan atau pendirian bangunan. Steffen dipromosikan menjadi Hauptmann tanggal 1 Maret 1938 dan Major tanggal 1 Mei 1940


Sumber :
Foto koleksi Jim Haley

Monday, September 1, 2014

Foto Leichter Panzerspähwagen Sd.Kfz.221 (Sonderkraftfahrzeug 221)

Seorang anggota Aufklärungs-Abteilung (Detasemen pelopor) dari unit panzer yang tidak diketahui sedang berpose di depan ranpur Leichter Panzerspähwagen Sd.Kfz.221 di sebuah kota di Jerman. Foto ini diambil di masa pra-perang dan memperlihatkan si prajurit mengenakan seragam panzer hitam model awal serta schutzmütze (baret panzer)


Sumber :
www.battlebornbooks.com

Pertempuran Westerplatte, Pertempuran Perdana Perang Dunia II




Oleh : Ciput Putrawidjaja

 Selama ini orang lebih banyak tahu bahwa Perang Dunia 2 (PD 2) diawali dengan invasi pasukan Nazi Jerman ke Polandia. Namun, jarang yang tahu bahwa pertempuran (battle) tersebut sebenarnya punya nama sendiri, yaitu Pertempuran Westerplatte. Westerplatte adalah nama semenanjung di pelabuhan kota bebas Danzig (sekarang Gdansk, Polandia).

Pada 1 September 1939, angkatan laut dan angkatan darat Nazi Jerman menyerang Depo Transit Militer Polandia (Wojskowa Składnica Tranzytowa, WST) di semenanjung itu, yang dijaga oleh kurang dari 200 pasukan di bawah pimpinan Mayor Henryk Sucharski, tapi mampu bertahan selama 7 hari menghadapi serangan hebat termasuk pesawat pembom tukik!

Pasukan Nazi Jerman mengerahkan ±3400 tentara dipimpin oleh Generalleutnant Friedrich-Georg Eberhardt dan didukung oleh kapal perang Schleswig-Holstein dipimpin oleh Vizeadmiral Gustav Kleikamp. Setelah 7 hari pertempuran berat sebelah ini, akhirnya di pihak Polandia 15–20 orang tewas, 53 luka-luka dan sisanya menyerah kepada pasukan Nazi Jerman. Di pihak Nazi Jerman, 200-300 tewas atau luka-luka.

Pertempuran ini mengilhami tentara dan rakyat Polandia dalam perlawanan (resistance) terhadap serbuan Nazi Jerman di seluruh negeri. Saat ini lokasi pertempuran tersebut ditetapkan menjadi Situs Monumen Sejarah Nasional (Pomnik Historii) pada 1 September 2003 oleh Badan Cagar Budaya Nasional Polandia. Pada tahun 2013, pertempuran ini difilmkan oleh sutradara Polandia Pawel Chochlew dengan judul "1939: Tajemnica Westerplatte (1939: Battle of Westerplatte)".

(dari berbagai sumber)

Catatan Tambahan:
Kota Danzig ini di kemudian hari berubah nama menjadi Gdansk. Di kota inilah, pada tahun 1980 Lech Walesa memulai gerakan buruh bertajuk "Solidarność" yg memicu runtuhnya rezim komunis di Polandia dan merembet ke seluruh negara2 Blok Timur (Pakta Warsawa)



Download MP3: Vorwärts nach Osten! (Von Finland bis zum Schwarzen Meer)





Wir standen fuer Deutschland auf Posten
Und hielten die grosse Wacht.
Nun hebt sich die Sonne im Osten
Und ruft die Millionen zur Schlacht.
Von Finnland bis zum Schwarzen Meer:
Vorwaerts, vorwaerts!
Vorwaerts nach Osten, du stuermend' Heer!
Freiheit das Ziel,
Sieg das Panier!
Fuehrer, befiehl!
Wir folgen dir!

Den Marsch von Horst Wessel begonnen
Im braunen Gewand der SA
Vollenden die grauen Kolonnen:
Die grosse Stunde ist da!
Von Finnland bis zum Schwarzen Meer:
Vorwaerts, vorwaerts!
Vorwaerts nach Osten, du stuermend' Heer!
Freiheit das Ziel,
Sieg das Panier!
Fuehrer, befiehl!
Wir folgen dir!

Nun brausen nach Osten die Heere
Ins russische Land hinein.
Kameraden, nun an die Gewehre!
Der Sieg wird unser sein!
Von Finnland bis zum Schwarzen Meer:
Vorwaerts, vorwaerts!
Vorwaerts nach Osten, du stuermend' Heer!
Freiheit das Ziel,
Sieg das Panier!
Fuehrer, befiehl!
Wir folgen dir!


Terjemahan:
Kami berdiri untuk Jerman di pos kami
Dan tetap menjaga misi pengintaian yang penting
Sekarang matahari bersinar di Timur
Dan memanggil jutaan manusia ke medan pertempuran
Dari Finlandia sampai sejauh Laut Hitam
Maju!
Maju!
Maju ke Timur. Pasukan, serbu!
Kemerdekaan sebagai tujuan
Kibarkan panjimu
Führer, berikan perintahmu
Kami akan mengikutimu

Barisan dimulai oleh Horst Wessel
Dengan seragam coklat SA
Lajur abu-abu kami akan menyelesaikannya
Momen besar telah tiba!
Dari Finlandia sampai sejauh Laut Hitam
Maju!
Maju!
Maju ke Timur. Pasukan, serbu!
Kemerdekaan sebagai tujuan
Kibarkan panjimu
Führer, berikan perintahmu
Kami akan mengikutimu

Sekarang pasukan kita telah bergerak ke Timur
Menuju tanah Rusia
Kamerad, panggul senjata!
Kemenangan akan menjadi milik kita
Dari Finlandia sampai sejauh Laut Hitam
Maju!
Maju!
Maju ke Timur. Pasukan, serbu!
Kemerdekaan sebagai tujuan
Kibarkan panjimu
Führer, berikan perintahmu
Kami akan mengikutimu

Lagu "Vorwärts nach Osten!" (Maju ke Timur) mempunyai judul resmi "Von Finnland bis zum Schwarzen Meer" (Dari Finlandia sampai Laut Hitam), serta judul-judul tidak resmi lain seperti "Rußlandlied" (Lagu Rusia) dan "Das Lied vom Feldzug im Osten" (Lagu Kampanye di Timur). Lagu mars ini secara cermat disiapkan oleh Menteri propaganda Joseph Goebbels sebagai penyemangat pasukan Jerman yang akan menyerbu Rusia dalam Unternehmen Barbarossa tahun 1941. Tapi kemudian penyelesaiannya tertunda sehingga baru diputar di radio untuk pertama kalinya seminggu setelah invasi, tanggal 29 Juni 1941. Lagu tersebut merupakan salah satu lagu yang dipesan langsung oleh Oberkommando der Wehrmacht untuk dinyanyikan oleh prajurit-prajurit mereka saat sedang berbaris maju di Rusia.

Lagu ini diciptakan oleh tiga orang: Heinrich Anacker, Hans Tieszler dan Hans-Wilhelm Kulenkampff dengan Anacker sebagai pencipta utamanya. Goebbels sendiri berkomentar tentangnya dalam buku harian yang selalu ditulisnya: "Das neue Rußlandlied ist fertig; eine Gemeinschaftsarbeit von Anacker, Tießler und Kolbe, die ich nun zusammenstelle und überarbeite. Sie ist dann nicht mehr wiederzuerkennen. Ein großartiges Lied" (Lagu Rusia terbaru telah selesai, yang merupakan hasil kerjasama dari Anacker, Tiessler (Tieszler) dan Kolbe (Kulenkampff). Mereka telah aku kumpulkan untuk mengerjakan lagu yang tak pernah didengar sebelumnya tersebut. Lagu yang hebat). Goebbels juga menambahkan lirik terakhir dari lagu itu: "Freiheit das Ziel, Sieg das Panier! Führer befiehl, wir folgen Dir!" (Kemerdekaan sebagai tujuan, kibarkan panjimu! Führer berikan perintahmu, kami akan mengikutimu)

Sebagai komposernya ditunjuk musisi Jerman berpengalaman Herms Niel dan Norbert Schultze untuk meramu musiknya sesuai dengan selera masing-masing. Akhirnya yang dipilih adalah hasil komposisi karya Schultze. Sebelum disiarkan, Goebbels secara pribadi merevisi beberapa bagiannya dengan menyederhanakan ritmik serta mengubah sedikit melodinya. Penampilan pertamanya digelar secara besar-besaran di Berlin pada tanggal 29 Juni 1941 dengan melibatkan gabungan koor dari Staatsoper Berlin dan Deutschen Oper Berlin. Di akhir lagu ditambahkan quote dari  Franz Liszt yang dikenal dengan nama "Rußlandfanfare".


Sumber :
www.de.wikipedia.org

Denim Kerja Biru (Blau Schutzanzug) Panzertruppen




Pakaian denim kerja biru Panzertruppen digunakan sampai dengan akhir perang oleh para awak pasukan tank Jerman, baik di latihan maupun di front. Karena bentuknya sangat serupa dengan pakaian kerja yang digunakan di Jerman sekarang, maka tidak mengherankan jika pakaian jenis ini banyak yang selamat sampai akhir perang dan bahkan beberapa di antaranya masih digunakan sampai saat ini (sekali lagi, bukti keunggulan mutu produk Jerman)! Pakaian jenis ini biasanya dipakai oleh para montir panzer yang bertugas untuk memoles kendaraan andalan mereka untuk selalu siap sedia dalam setiap keadaan.

Ironisnya, tidak banyak yang mengetahui tentang pakaian jenis ini karena memang "penampakannya" yang langka. Bahkan banyak kolektor panzer yang tak mengindahkannya karena menyangkanya sebagai seragam Luftwaffe yang memang mempunyai warna sama (biru tua)! Beberapa ada yang menganggapnya hanya dikenakan di awal-awal perang, padahal terdapat bukti bahwa pemakaiannya tetap berlangsung sampai akhir, termasuk sebagai bukti tercantum dalam buku "Panzerkampfgruppe Strachwitz" karya Mike Pruett yang memperlihatkan para personil Panzertruppen memakai pakaian denim kerja mereka di Narva tahun 1944.






























Sumber :
Foto koleksi pribadi Robert "Bob" Edwards
www.battlebornbooks.com
www.wehrmacht-awards.com

Foto 3. Panzer-Division

Gerhard Holzweiß (lahir 23 Agustus 1920 di Bad Freienwalde/Oder, Königsberg) adalah prajurit Panzertruppen anggota Aufklärungs-Abteilung 1 (motorisiert) / Kradschützen-Bataillon 3 / Panzer-Aufklärungs-Abteilung 3 yang merupakan unit pendahulu dari 3. Panzer-Division, dan karenanya berhak untuk mengenakan Schwedter Adler di topinya. Di antara medali-medali yang terlihat dikenakannya adalah DRL Sportabzeichen; Panzerkampfabzeichen in Bronze; serta Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille)


Sumber :
www.battlebornbooks.com

Foto Studio Panzertruppen Koleksi Jim Haley

Jim Haley adalah ekspatriat asal Amerika Serikat yang tinggal di Jerman. Dia juga merupakan seorang kolektor Panzertruppen yang sangat berdedikasi dan selalu memburu foto, dokumen, buku, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan minatnya tersebut. Di bawah adalah sebagian kecil dari koleksinya yang didapatnya dari sebuah studio foto tua. Di antara ribuan foto yang sudah diambil disana, terdapat banyak foto yang memperlihatkan para anggota Panzertruppen berpose di depan kamera. Kualitasnya sungguh luar biasa dan penuh dengan detail karena foto-foto ini discan dari negatif asli dan bukannya dari foto lagi. Silakan buktikan saja sendiri!


























Sumber :
www.battlebornbooks.com