Thursday, April 24, 2014

Album Foto 26. Infanterie-Division

Prajurit Jerman yang terluka dari 26. Infanterie-Division membopong Zugführer (Kepala Peleton) mereka ke tempat perawatan sementara di garis belakang, Front Timur tahun 1941. Sang Zugführer terluka parah oleh pecahan peluru artileri. Seragam dan celananya telah digunting untuk memudahkan perawatan dari luka-luka yang terutama mengenai kepala, dada dan kakinya. Korban di pihak Wehrmacht meningkat secara geometris seiring dengan makin sengitnya perang yang terjadi antara Jerman dan Rusia. "Trend" ini terus meningkat tanpa ampun sampai dengan hancurnya Nazi Jerman di tahun 1945


Sumber :
www.talesofwar.tumblr.com

Album Foto Terluka Dalam Pertempuran (WIA, Wounded in Action)

Prajurit Jerman yang terluka dari 26. Infanterie-Division membopong Zugführer (Kepala Peleton) mereka ke tempat perawatan sementara di garis belakang, Front Timur tahun 1941. Sang Zugführer terluka parah oleh pecahan peluru artileri. Seragam dan celananya telah digunting untuk memudahkan perawatan dari luka-luka yang terutama mengenai kepala, dada dan kakinya. Korban di pihak Wehrmacht meningkat secara geometris seiring dengan makin sengitnya perang yang terjadi antara Jerman dan Rusia. "Trend" ini terus meningkat tanpa ampun sampai dengan hancurnya Nazi Jerman di tahun 1945


 Prajurit muda Heer yang terluka di Riga, Latvia, berpose sambil memamerkan perbannya, 1941/1942


 Prajurit Jerman yang terluka di kamp tawanan


Sumber :
www.histomil.com
www.talesofwar.tumblr.com
www.yadvashem.org

Foto Berwarna Afrikakorps

Dari kiri ke kanan: Generalmajor Ernst Schnarrenberger, Kommandant für das rückwärtige Armeegebiet 556 (Korück 556), dan Oberst Gerhard Müller, Kommandeur Panzer-Regiment 5 / 21.Panzer-Division. Schnarrenberger mengenakan Ärmelstreifen AFRIKAKORPS. Disini kita bisa melihat perpaduan warna seragam yang berbeda meskipun sama-sama disebut sebagai "tropen-uniform" (seragam tropis): Schnarrenberger mengenakan seragam warna coklat sementara Müller mengenakan seragam tropis coklat muda dengan insignia Heer dan pin Totenkopf Panzertruppen metalik di kerah yang dipadukan dengan tropen-hose (celana tropis) Luftwaffe. Selain itu, Leutnant Panzertruppen di kiri mengenakan seragam dengan warna yang lebih pudar dipadukan dengan Feldmütze M36 (Schiffchen) Panzer hitam. Jangan lupakan pula dua orang sisanya yang mengenakan seragam hijau zaitun. Disini kita bisa dengan jelas melihat bahwa tangan kiri Müller buntung. Dia kehilangan tangannya karena diamputasi tanggal 29 Juni 1941 setelah terluka dalam pertempuran di Rusia sebagai Kommandeur I.Abteilung / Panzer-Regiment 33


Sumber :

Wednesday, April 23, 2014

Album Foto 3. Gebirgs-Division

Sesi foto terkenal yang memperlihatkan para Gebirgsjäger (sebagian besar memakai anorak bolak-balik) dari 3. Gebirgs-Division di sebuah parit di medan tempur Nikopol, Ukraina, bulan Desember 1943. Terlihat ekspresi "kucel" di wajah-wajah mereka, dengan semuanya memanjangkan jenggot dan cambang yang biasa disebut dengan penuh kebanggaan sebagai "Jägerbart" (janggut pemburu). Jenggot semacam ini memang identik dengan Gebirgsjäger (ingat Julius Ringel!), dan ada satu kalimat terkenal saat itu yang pas untuk menggambarkannya: "Bärtig und rauhbeinig, naturnah und gefühlvoll, aufsässig und treu - das ist der typische Gebirgsjäger; immer bereit, für seine Bergkameraden den letzten Einsatz zu wagen" (Berjanggut, kasar dan siap-sedia, berpembawaan baik dan ekspresif, pemberontak dan setia - inilah tipikal Gebirgsjäger. Selalu siap sedia mengorbankan nyawanya demi rekan gunung seperjuangannya)


Sumber :
www.forum.axishistory.com

Album Foto 24. Infanterie-Division

PERAIH RITTERKREUZ

Oberst Fedor Apelt (14 Oktober 1904 – 15 April 1988) bergabung dengan 10. (sächs.) Infanterie-Regiment tanggal 1 April 1922. Dia mengambil spesialisasi di senapan mesin dan mengikuti dua pelatihan untuk memperdalamnya. Pada saat Perang Dunia II pecah dia sudah menjadi Hauptmann dan komandan kompi di Infanterie-regiment 53. Setelah itu unitnya berganti menjadi Infanterie-Regiment 32 (sebagai komandan batalyon) dan Infanterie-Regiment 102 (komandan resimen). Apelt adalah seorang perwira dengan kemampuan taktis tinggi, dan berkali-kali dia memimpin resimennya melawan musuh yang berkekuatan lebih besar tapi mampu keluar sebagai pemenang. Contohnya adalah pertempuran di Pogrebischtsche bulan Desember 1943 dimana unit infanteri yang dipimpinnya menghancurkan tujuh tank Soviet, juga pertempuran di garis Ostrow-Nawolok-Ssyrkowo awal tahun 1944 dimana resimennya mampu bertahan dari serangan musuh yang bergelombang dan selalu berhasil memukul mundur mereka. Dia juga memimpin pasukannya keluar dari kepungan sekaligus menimbulkan korban besar di pihak lawannya. Atas prestasinya tersebut Apelt dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 8 Februari 1944 sebagai Kommandeur Grenadier-Regiment 102 / 24.Infanterie-Division / L.Armeekorps / 18.Armee / Heeresgruppe Nord. Pada tanggal 1 November 1944 dia dikirim menjadi Führerreserve (perwira non-aktif) setelah terluka parah di medan perang sehingga kehilangan lengan kanannya. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Dienstauszeichnung der Wehrmacht III.Klasse 12 jahre (2 Oktober 1936) dan II.Klasse 18 jahre; Eisernes Kreuz II.Klasse (27 Mei 1940) dan I.Klasse (8 Juni 1940); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (20 Oktober 1941); Deutsches Kreuz in Gold (12 Maret 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (7 Agustus 1942); Verwundetenabzeichen in Schwarz (20 September 1942), in Silber dan in Gold (23 Januari 1945); Krimschild (30 Desember 1942); Kriegsverdienstkreuz II.Klasse mit Schwertern; serta Anerkennungsurkunde des Oberbefehlshabers des Heeres (27 September 1944)


Sumber :
www.forum.axishistory.com

Album Foto Kampfgeschwader 51 (KG 51) "Edelweiss"

Oberst Willibald Spang (baris depan sebelah kiri), Geschwaderkommodore Kampfgeschwader 255, menyambut para awak udara muda unitnya di pangkalan baru mereka di Landsberg tahun 1937. Perhatikan perpaduan hormat Nazi dan militer yang terdapat dalam foto ini! KG 255 berubah nama menjadi KG 51 tanggal 1 Mei 1939, sementara komponen II. Gruppe yang dimilikinya diupgrade menjadi KG 77. Spang (25 Maret 1887 - 28 September 1978) sendiri menjadi komandan KG 255 periode 1 Maret 1937 - 31 Januari 1939. Pangkat terakhirnya adalah Generalleutnant (1 Januari 1942), sementara medali tertinggi yang diperolehnya adalah Deutsches Kreuz in Gold (10 Januari 1944)


 Hauptmann Joachim Poetter (kanan), Staffelkapitän 7.Staffel / Kampfgeschwader 51, memberi arahan pada salah seorang awaknya, funker (operator radio) Stabsfeldwebel Sepp Traut, di dalam kokpit pesawat pembom Junkers Ju 88 A-4. Mereka sama-sama mengenakan jaket penerbang lengkap dengan flieger-kopfhaube (penutup kepala pilot). Poetter nantinya meraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 16 April 1942 sebagai Gruppenkommandeur I.Gruppe / Kampfgeschwader 77. Pangkat terakhirnya adalah Oberstleutnant im Generalstab


 Pesawat Junkers Ju 88 A-1 '9K+HS' dari 8.Staffel / III.Gruppe / Kampfgeschwader 51 dengan marking yang menunjukkan bahwa foto ini diambil di Front Barat, tepatnya di Prancis, musim panas tahun 1940. Pada saat itu Staffelkapitän dari 8. Staffel adalah Hauptmann Gundolf Freiherr Schenk zu Schweinsberg, Gruppenkommandeur III. Gruppe adalah Hauptmann Werner Brandt, dan Geschwaderkommodore KG 51 adalah Major Hans Bruno Schulz-Heyn


Sumber :
Buku "Kampfgeschwader Edelweiss: The History of a German Bomber Unit 1939-1945" karya Wolfgang Dierich

Album Foto 22. Panzer-Division

KOMMANDEUR

Generalleutnant Wilhelm von Apell (16 Januari 1892 - 7 Maret 1969) bergabung dengan Westfälischen Jäger-Bataillon Nr. 7 saat usianya menginjak 18 tahun. Dia ikut bertempur dalam Perang Dunia Pertama dan terluka dua kali. Tanggal 1 September 1920 Apell bergabung dengan Infanterie-Regiment 29 Reichswehr. Saat Perang Dunia II pecah dia sudah menjadi Oberst dan komandan Kavallerie-Schützen-Regiment 11. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes #281 tanggal 14 Mei 1941 sebagai Generalmajor dan Kommandeur 9.Schützen-Brigade / 9.Panzer-Division / XXXX.Armeekorps (motorisiert) / 12.Armee setelah menghancurkan posisi pertahanan pasukan Yugoslavia di Stracin (Serbia) dan menerobos pertahanan pasukan Inggris di Klidi-Pass (Yunani). Terobosan dari samping yang dilakukannya bersama dengan Divisi Leibstandarte SS Adolf Hitler tersebut sangat krusial karena membuat musuh mundur. Apell diangkat sebagai komandan 22. Panzer-Division periode 25 September 1941 - 8 Oktober 1942. Di akhir perang dia menjabat sebagai Inspekteur der Wehrersatzinspektion Wien yang tugasnya adalah melatih para perwira yang terluka. Dia ditangkap oleh pasukan Amerika tanggal 8 Mei 1945 dan dibebaskan tanggal 11 Juni 1947. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (16 September 1914) dan I.Klasse (3 Oktober 1915); Schaumburg-Lippisches Kreuz für treue Dienste (17 November 1914); Königlich Bayerischen Militär-Verdienstorden IV. Klasse mit Schwertern (25 Desember 1915); Hamburgisches Hanseatenkreuz; Orden der Heiligen Tamara (Georgia, 13 Desember 1918); Verwundetenabzeichen 1918 in Silber (22 Februari 1919); Ehrenritter des Johanniter-Ordens (15 Juli 1926); Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918 (24 Desember 1934); Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. bis I. Klasse; Kriegs-Erinnerungs-Medaille mit Schwertern der Republik Österreich; Medaille zur Erinnerung an den 13. März 1938; Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 mit Spange “Prager Burg”; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (23 September 1939) dan I.Klasse (16 Oktober 1939); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber; Panzerkampfabzeichen in Bronze; serta Krimschild. Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 12 April 1941



Sumber :
www.ww2gravestone.com

Tuesday, April 22, 2014

Album Foto Kampfgeschwader 55 (KG 55) "Greif"

Para Ritterkreuzträger dari Kampfgeschwader 55 (KG 55) "Greif" berfoto bersama Oberst im Generalstab Friedrich Kless (ketiga dari kiri) yang merupakan mantan Kommandeur II./KG 55. Dari kiri ke kanan: Hauptmann Robert Seib (Staffelkapitän 6./KG 55. RK 9 Oktober 1943), Major Karl-Heinrich Höfer (Gruppenkommandeur II./KG 55. RK 3 September 1943; EL 18 November 1944), Oberst i.G. Friedrich Kless (Chef des Generalstabes Luftflotte 6. RK 14 Oktober 1940), Major Wilhelm "Willy" Antrup (Geschwaderkommodore KG 55. RK 13 November 1942; EL 18 November 1944), Hauptmann Eitel-Albert Barth (Staffelführer 4./KG 55. RK 24 Maret 1943), dan Oberleutnant Josef Luxenburger (Beobachter 4./KG 55. RK 3 April 1943)

 -----------------------------------------------------------------------------------------------

KOMMODORE

Oberstleutnant Wilhelm "Willy" Antrup (1 Februari 1910 - 24 November 1984) memasuki Deutschen Verkehrsfliegerschule di Cottbus tahun 1934 setelah lulus sekolah umum. Setelah menjalani pelatihan sebagai pilot dia bergabung dengan Luftwaffe tahun 1935. Antrup ikut ambil bagian dalam Perang Saudara Spanyol (1936-1939) sebagai Leutnant di Kondor Legion, dilanjutkan dengan kampanye di Polandia, Belanda, Belgia, Prancis, Britania, Barbarossa, Kiev, Kaukasus, Stalingrad, Kursk, dan banyak lagi. Dia bertugas di Kampfgeschwader 55 "Greif" dari tahun 1939 dan diangkat secara resmi sebagai Komodornya dari tanggal 8 Agustus 1943 s/d 21 November 1944 menggantikan Oberstleutnant Dr. Ernst Kühl (dan nantinya digantikan oleh Major Richard Brunner) Antrup. dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 13 November 1942 sebagai Hauptmann dan Staffelkapitän 5.Staffel / II.Gruppe / Kampfgeschwader 55 (KG 55) "Greif" / VIII.Fliegerkorps / Luftflotte 4, serta Eichenlaub #655 tanggal 18 November 1944 sebagai Oberstleutnant dan Geschwaderkommodore Kampfgeschwader 55 (KG 55) "Greif" / IX.Fliegerkorps / Luftflotte 10. Di akhir Perang Dunia II dia ditawan oleh pasukan Amerika. Pada tahun 1956 dia bergabung dengan Bundesluftwaffe sebagai Leiter der Technischen Schule der Luftwaffe dan pensiun pada tanggal 31 Maret 1968 dengan pangkat Brigadegeneral. Dalam Perang Dunia II Antrup ikut serta dalam 612 misi operasional. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: Flugzeugführerabzeichen; Eisernes Kreuz II.Klasse (1941) dan I.Klasse (1941); Luftwaffe Ehrenpokale für Besondere Leistungen im Luftkrieg (1941); Deutsches Kreuz in Gold #6/14 (2 Januari 1942); Dienstauszeichnung der Wehrmacht III.Klasse 12 jahre (1943); serta Frontflugspange für Kampfflieger in Gold mit Anhänger. Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 22 Juni 1944


Sumber :
www.forum.axishistory.com
www.militaryautographs.com

Monday, April 21, 2014

Album Foto 6. Flak-Division (motorisiert)

KOMMANDEUR

 Generalleutnant Werner Anton (3 April 1895 - 12 September 1948) mendaftar sebagai Fahnenjunker di Königlich-Sächsische 4. Infanterie-Regiment Nr. 103 di Bautzen tanggal 22 Agustus 1914. Dia telah menjadi perwira Flak (unit anti pesawat udara) dari zaman Perang Dunia Pertama dan sempat menjadi anggota polisi di masa antar perang. Pada tanggal 1 Agustus 1935 Anton ditarik masuk Luftwaffe dengan pangkat Major. Dia meneruskan karir sebagai perwira Flak yang sempat tertunda, lalu diangkat sebagai komandan 6. Flak-Division pada tanggal 16 November 1942 menggantikan Generalleutnant Job Odebrecht, dan akan memegang jabatannya sampai dengan akhir perang. Anton dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 11 Juni 1944 sebagai Generalmajor dan Kommandeur 6. Flak-Division (motorisiert) / Luftflotte 1 sebagai penghargaan kepada divisinya yang sejauh itu telah menembak jatuh total 1000 pesawat musuh! Anton ikut membantu pertahanan Heeresgruppe Nord yang terkepung di Kantong Kurland, dan kepemimpinannya begitu menonjol sehingga namanya disebutkan dalam Wehrmachtbericht (siaran radio propaganda Wehrmacht), suatu kebanggaan yang tidak terkira bagi para prajurit Jerman! Pada tanggal 10 Mei 1945 dia menjadi tawanan Inggris dan meninggal sebelum dibebaskan dalam sebuah kecelakaan yang tidak dijelaskan. Medali dan penghargaan lain yang diraihnya: 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (4 Februari 1915) dan I.Klasse (22 Agustus 1918); Anhaltinischer Hausorden Albrecht des Bären Ritterkreuz 2. Klasse mit Schwertern (19 Februari 1916); königlichen Sächsen Militär St. Heinrichs-Orden (20 November 1916); Beobachter-Abzeichen (8 Agustus 1917); Ehrenbecher für 1 Abschuss (3 Juli 1918); Dienstauszeichnung der Wehrmacht IV.Klasse, III.Klasse, II.Klasse (2 Oktober 1936) dan I.Klasse 25 jahre (22 Agustus 1939); Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober1938 mit Spange "Prager Burg"; Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914/1918; 1939 spange zum 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse; Flakkampfabzeichen der Luftwaffe (12 September 1942); Verwundetenabzeichen in Schwarz; Deutsches Kreuz in Gold (29 April 1943); serta Kurland Ärmelband (30 Oktober 1944). Selain itu namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht edisi 30 Oktober 1944



Sumber:
www.ritterkreuztraeger-1939-45.de
www.wehrmacht-awards.com

Sunday, April 20, 2014

"Wulfe Hound", Pesawat B-17 Pertama Yang Berhasil Dirampas Luftwaffe



Oleh : Arie Nugroho

"Wulfe Hound" adalah B-17 pertama yang berhasil ditangkap dan dioperasionalkan oleh Luftwaffe. Semua berawal pada tanggal 12 Desember 1942, dalam misi penyerangan 360th Bomber Squadron, 303rd Bomber Group, 8th Bomber Command USAAF ke Rouen-Sotteville Perancis. Serangan tersebut seperti biasa mendapat “sambutan” yang meriah dari pemburu-pemburu Luftwaffe. Dalam serangan tersebut Wulfe Hound pun tak luput dari incaran belasan FW 190 sang tuan rumah yang sibuk melayani tamunya.

Nahas, akibat terkena tembakan yang merusak pesawatnya memaksa Letnan Paul Flickenge melakukan pendaratan darurat di dekat Melun (60 mil Tenggara Paris). 8 Kru-nya tertangkap, namun 2 orang berhasil kabur dan menyelamatkan dirinya.

Bagai mendapat durian runtuh, Jerman pun membawa Wulfe Hound untuk diperbaiki ke pangkalan udara Leeuwarden, Belanda agar dapat diterbangkan kembali. Namun sayang, turret bawah yang rusak pada saat pendaratan daruratnya tidak pernah berhasil diperbaiki dan diganti. Kemudian diberi insignia “Balkenkreuz” dan diberi kode penomeran Stammkennzeichen “DL+XC” sesuai dengan S.O.P dan secara resmi merupakan inventaris resmi Luftwaffe.

Setelah melalui serangkaian pengujian dan tes yang dilakukan Luftwaffe di Rechlin, akhirnya pada 17 Maret 1943 ia berhasil diterbangkan kembali. Keberhasilan ini merupakan satu tahap yang sangat penting dan berguna untuk mengevaluasi dan menyempurnakan taktik Luftwaffe dalam menjatuhkan si badak ini pada misi penyergapan B-17 yang semakin hari semakin sering merangsek jauh ke dalam teritori Jerman. Mulai tanggal 11 September 1943 Wulfe hound secara resmi berdinas operasional dalam spesial unit "Kampfgeschwader" KG 200 dengan base di Rangesdforf, Jerman. Pesawat ini digunakan dalam latihan bahkan turut terlibat dalam operasi-operasi rahasia yang berlangsung di sekitar Mei dan Juni 1944.

20 April 1945 merupakan hari terakhirnya “berdinas” di bawah panji Third reich, karena pada tanggal tersebut ia rusak akibat sebuah serangan udara sekutu di pangkalan udara Oranienburg.


Sumber :